fbpx

Branding dari Logo hingga Nama Yang Keliru

Branding di era millenial menjadi aspek yang sangat didengungkan. Terutama bagi mereka yang memiliki product, baik secara fisik atau bahkan jasa. Mereka ingin memiliki brand yang kokoh seperti laiknya KFC, Coca-Cola, dan lain sebagainya.

Namun demikian sebenarnya apa itu brand, branding, rebrand, sehingga banyak orang ingin melakukannya bahkan untuk personal. Ada istilah sekarang personal branding. Maka kami akan menjelaskan apa itu branding beserta pengalaman kami di lapangan menemukan banyak kesalahan tentang apa itu branding.

Pengertian Klasik Branding

Pengertian branding banyak beredar di internet, terutama sejarah yang menyebut bahwa branding awal mulanya adalah usaha untuk mengetahui identitas dari ternak dengan menggunakan stempel panas.

Jadi ada hewan ternak yang dicap, sehingga jelas identitasnya. Ini dulu disebut dengan istilah burn. Terbakar. Ini terjadi di inggris pada abad 19. Namun kemudian disebut oleh orang-orang Jerman dengan brennen. Hingga sekarang disebut dengan brand.

Maka kalau dilihat dari sejarahnya brand bermakna sebuah identitas yang melekat, sehingga orang bahkan hewan dikenali dengan identitas tersebut. Maka dari sinilah kemudian branding menjadi berharga, karena dengan adanya kegiatan branding akan menjadikan orang mudah mengenali sebuah produk.

Perbedaan Brand dan Branding

Ada perbedaan mendasar antara brand dan branding. Biasanya orang memahami keduanya sama. Brand itu produknya. Seperti brand Coca Cola, cita rasanya, kualitasnya, itu brand. Apa yang dikenal konsumen dari Coca Cola dalah brand.

Sedangkan branding merupakan kegiatan untuk menciptakan brand tersebut. Kegiatan yang dimaksud adalah menyampaikan kepada masyarakat tentang produk dalam banyak aspeknya. Sehingga masyarakat akan mengenalinya dengan identitas tertentu.

Contoh kegiatan branding adalah bagaimana menyosialisasikan produk dengan cara membuat even dan minum sama-sama. Sehingga cita rasanya dikenal. Aspek lain, produk tersebut melakukan publikasi.

branding dan seluk beluknya
Contoh Linkedin

Yang Keliru dari Logo Branding

Orang sering memahami bahwa Branding adalah logo. Dari logo akan tercipta brand. Ini satu kesalahan yang justru membuat produk Anda tidak akan berkembang. Karena logo hanya satu elemen kecil dari branding.

Maka kalau untuk menciptakan logo saja, sampai bermilyar-milyar, kami merasa itu mubadzir, karena kegiatan branding masih cukup banyak selain logo. Ada yang namanya disain interior jika memang sebuah tempat, dan lain sebagainya.

Ingat kasus logo Apple. Brand yang tergolong salah satu yang paling berharga di dunia ini memiliki proses tranformasi yang panjang. Dari yang berwarna, hingga kemudian menjadi sangat sederhana tapi begitu berharga untuk penggunanya seperti sekarang.

Tapi Apple dikenal tidak hanya logo itu, tapi laptopnya, hpnya, tabletnya, hingga semua gadget produksinya yang membentuk satu imaginasi bahwa Apple merupakan maha karya dalam teknologi.

Kegiatan dan Tahapan Branding

Pasti kemudian muncul pertanyaan tentang kegiatan branding itu sendiri. Apa kegiatan branding yang sesungguhnya jika logo hanyalah bagian kecil. Maka secara garis besar, branding memiliki kegiatan yang terbagi menjadi penguatan produk, pengenalan identitas, penciptaan visual tentang identitas tersebut, dan publikasi.

Penguatan produk maksudnya lebih kepada proses pra branding. Yaitu memahami bahwa branding membutuhkan satu aspek yang harus diitentifikasi. Dalam kasus Coca Cola adalah minumannya, dalam kasus ternak berarti adalah kambingnya sebelum dicap dengan besi yang panas.

Maka ada bahan yang akan dibranding. Kedua adalah tahap pengenalan identitas. Biasanya jika kami melakukan pendampingan branding akan dimulai di sini. Orang yang memiliki produk bisa jadi untidak mengetahui aspek-aspek yang istimewa dari produk tersebut untuk dikenalkan. Semua dianggap biasa.

Maka harus diketahui terlebih dahulu titik-titik istimewa untuk diperkecil atau diperbesar. Contoh jika menemukan sekolah, oh ternyata identitas paling besar adalah semua gurunya sudah S2, maka identitas tersebut harus dikenali dengan detil diawal. Di sinilah biasanya ada tagline.

Ketiga, penciptaan visual, yaitu salah satunya dengan logo. Inilah kegiatan bagaimana kemudian disain dibentuk, sampai bagaimana logo diciptakan, bahkan bagaimana video harus dibuat. Tahapan ketiga menentukan bagaimana identitas tersebut ditangkap dengan benar.

Terakhir, publikasi. Nah meskipun logo Anda sebagus apapun, tagline Anda sekeren apapun, tidak akan berguna tanpa adanya publikasi yang tepat. Inilah mengapa logo semahal apapun tidak berfungsi jika logo itu hanya nongol di produk.

Pasti ingat yang namanya kopiko, dengan tagline gantinya ngopi. Orang tahu dan melekat karena iklan yang jor-joran. Bisa jadi dengan cara yang lain, semisal even, atau bahkan membuat website untuk mengenalkan produk tersebut.

Tahapan-tahapan inilah yang membuat branding akan berjalan sangat panjang. Sehingga branding adalah kegiatan akumulasi. Bahkan kami gagal melakukan branding karena klien kami menyerahkan sepenuhnya, tapi di internal tidak menguatkan identitas (tahap pertama)

Oline Branding di Era Internet

Ada yang spesifik melakukan branding tapi di internet. Seperti yang kami lakukan untuk lembaga-lembaga pendidikan. Itu memang penting karena semua orang sekarang terhubung dengan internet. Sehingga targetnya adalah bagaimana membuat orang ketika membuka internet menemukan publikasi kita.

Maka online branding juga akumulasi dari berbagai macam publikasi. Seperti website, channel youtube, media sosial, dan kanal lainnya di internet yang bisa menjadi cara untuk menyalurkan informasi tentang produk yang kita miliki.

Sederhananya adalah bagaimana membuat produk kita masuk di gadget orang sekarang. Entah melalui iklan di Google Adsense, atau melalui video yang viral, dan berbagai macam hal lainnya. Dan biayanya cenderung lebih murah daripada melakukan offline branding.

Info lengkap tentang online branding di sini.

Manfaat Branding bagi Perusahaan

Adapun kegiatan branding memiliki manfaat yang cukup besar. Produk yang baik, jika tidak dipublikasikan akan membuat produk Anda tidak dikenal baik. Seperti menjual ikan arwana ke ibu rumah tangga. Harganya murah.

Branding menetapkan sebuah identitas tertentu pada produk sehingga namanya dikenal dengan identitas-identitas baik yang melekat. Semakin dikenal, maka nilai produk itu semakin naik. Harganya pun semakin mahal.

Inilah yang dilakukan perusahaan, terutama di eropa. Mereka tidak perlu pabrik. Yang mereka ciptakan adalah brand. Contoh salah satu sepatu dengan brand paling ternama di dunia memproduksi sepatunya di Indonesia.

Produk bayi yang terkenal, juga hanya titip pembuatan produk di Indonesia. Kami kenal pengusaha yang menjadi titipan produksi tersebut, di Sidoarjo. Jika tidak ada tempelan brand, harganya jadi murah. Tapi karena ada brand, menjadi sangat mahal dari harga produksinya.

Semakin kuat brand, semakin banyak pula pelanggan, semakin laris, dan hukum alam berlaku, semakin banyak dicari, semakin mahal. Brand tidak hanya menciptakan potensi penjualan produk, tapi juga gengsi pembeli. Seperti Apple, atau Rolex yang membuat bangga pemakainya.

Ma’mun Affany praktisi Internet Branding

Leave a reply

Copyright © 20120 BrandingPlus.id